PKS TUBABA WAJIBKAN PENGURUS RANTING IKUTI TAKLIM RUTIN PARTAI

Sebagai partai yang berazaskan Islam dan telah mengikrarkan diri sebagai partai dakwah, maka setiap pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRa) diwajibkan mengikuti kegiatan taklim rutin partai (TRP) yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kabupaten Tulang Bawang Barat. "Taklim Rutin Partai merupakan implementasi agenda bidang kaderisasi yang tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPD PKS, dan bersifat wajib bagi jajaran pengurus PKS di lingkup DPD, DPC, DPRa, bahkan anggota  PKS yang tidak menjadi pengurus," kata Ketua Bidang Kaderisasi Githo, S.Pd.I., M.M, saat memberikan materi TRP bagi pengurus DPRa se-kecamatan Tulang Bawang Tengah, Selasa (6/12/2016) di aula DPD PKS Tulang Bawang Barat.


Menurut Githo, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang dakwah dan ajaran Islam kepada seluruh kader (anggota) dan pengurus partai. "Ini merupakan konsekuensi logis sebagai partai dakwah, yang harus selalu concern terhadap kegiatan dakwah dan kegiatan keislaman lainnya," kata anggota DPRD Tulang Bawang Barat ini.

Kemudian, terkait dengan peserta TRP adalah mereka yang telah mengikuti kegiatan Training Orientasi Partai (TOP) yang diselenggarakan oleh DPD. "Peserta TRP adalah para alumni TOP yang dinyatakan lulus dan telah bersedia mengucapkan ikrar sebagai anggota partai di hadapan Ketua Umum DPD PKS mas Kuncoro Mulyono, S.T," pungkas Githo.

Adapun materi dalam kegiatan Training Orientasi Partai (TOP) terdiri dari dua materi inti, yaitu tentang Syumuliyatul Islam, kemudian materi kedua tentang pengenalan jati diri PKS termasuk Visi Misi PKS. Selain itu juga diberikan materi tentang kedaerahan sebagai upaya pengenalan wilayah dakwah di kabupaten Tulang Bawang Barat. Para alumni TOP mengikuti kegiatan TRP dengan penuh semangat dan tampak antusias mendengarkan penyampaian materi TRP.

Sementara itu, Ketua DPC PKS Tulang Bawang Tengah Cecep Cahyadi mengatakan, bahwa setelah kegiatan TRP selesai dilanjutkan dengan rapat koordinasi antara struktur DPC dan DPRa. Pokok bahasan dalam rakor tersebut adalah tentang penokohan kader, penentuan tiyuh/desa basis sosial dan pemenuhan saksi TPS untuk pemilukada tahun 2017 mendatang. "Selesai TRP kita lanjutkan dengan rakor antara struktur DPC dan DPRa. Adapun bahasan yang kami selesaikan adalah tentang penokohan kader, penentuan tiyuh/desa basis sosial, dan Saksi TPS," pungkas Cecep.

Lebih lanjut Cecep menjelaskan, bahwa kegiatan TRP dan Rakor yang diikuti oleh 21 orang para Ketua DPRa ini dimulai pada pukul 18.30 wib dan berakhir pada pukul 22.15 wib.

0 komentar: