Model Surat Suara Pilkada Tunggal Berpotensi Bingungkan Pemilih, PKS Kampanye Dialogis dan Lakukan Simulasi Pencoblosan

Untuk pertama kalinya model surat suara yang akan dipakai untuk pemilihan bupati dan wakil bupati dengan calon tunggal di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) beredar luas di tengah-tengah masyarakat, namun berbagai pihak masih menganggap desain yang terlihat dapat membingungkan pemilih, hal tersebut terungkap dalam simulasi pencoblosan yang dilakukan tim partai koalisi Tulangbawang Barat (Tubaba) Bersatu.

Sebagaimana diakui Sunarsih, warga suku satu Dayaasri usai menerima kunjungan tim kampanye simulasi yang diterjunkan langsung dari pintu ke pintu rumah warga. Kampanye perdana berupa tatap muka dan dialogis yang secara teknis pelaksanaannya diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku partai pengusung pasangan petahana Umar Ahmad dan Fauzi Hasan, Sabtu (29/10/2016).

"Saya masih bingung di mana tempat yang akan saya coblos, yang ini jelas ada gambarnya, la ini gambar siapa, " ujarnya sambil menunjuk kotak kosong sebelah kanan gambar pasangan petahana.

Surat suara versi contoh dari tim koalisi itu yang dibagikan juru kampanye kepada peserta kampanye dan sejumlah warga dengan mendatangai rumah warga untuk simulasi pencoblosan itu berukuran lebar 18 cm x 23 cm, di bagian atas bertuliskan Contoh Surat Suara diapit oleh logo KPU dan PemkabTubaba, sedangkan di bagian bawah terdapat dua kolom gambar berdampingan sebelah kiri bergambar calon bupati dengan wakilnya dan satu kolom sebelah kanan tercetak polos tampak gambar dan tulisan yang masing-masing berukuran sama yakni 8 x 10 cm.

Desain contoh surat suara seperti itu dikhawatirkan menimbulkan kesalahpahaman pemilih saat pencoblosan karena dianggap rusak atau salah cetak sehingga tidak ada gambar, keterangan tulisan maupun nomor urut di kolom sebelah kanan.

Hal tersebut dikatakan juru kampanye (jurkam) pasangan petahana Umar Ahmad-Fauzi Hasan, Githo, di sela sela orasi politiknya di hadapan 150 peserta kampanye.

"Surat suara seperti ini rentan dengan salah paham pemilih, jangan sampai mereka keluar lagi dari bilik TPS dan minta ganti karena menganggap surat suaranya rusak akibat tidak ada gambarnya foto atau tulisan " ujar anggota DPRD Tubaba dari PKS tersebut.

"Untuk menghindari hal tersebut dan upaya jangan sampai satu pun pemilih tidak mengetahui tanggal berapa pemilihan, usai dialog ini kita akan mendatangi rumah warga. Supaya masyarakat mengetahui jadwal dan mekanisme pilkada yang benar," ujarnya.

Kampanye perdana dengan sistem tatap muka dan dialogis yang digelar partai koalisi pengusung calon bupati petahana, Umar Ahmad dan cawabup Fauzi Hasan itu digelar PKS di kediaman Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Tubaba, Kuncoro, di Tiyuh Dayaasri RT 01 RW 01.

Kampanye terbatas ini dikemas dalam acara tatap muka dan dialogis bersama yang diikuti oleh 150 peserta, terdiri dari unsur pengurus DPD dan DPC PKS Tubaba dan warga sekitar .

Kampanye bagi calon bupati petahana itu, digelar perdana setelah Umar Ahmad dan Fauzi Hasan melepas jabatan bupati dan wakilnya, Kamis (28/10/2016).

Kampanye ini diisi dengan orasi politik yang disampaikan tiga juru kampanye dari PKS, yakni Ghito, Kuncoro, dan Taban.

Dalam orasinya, Kuncoro yang juga ketua DPD PKS Tubaba ini mengatakan PKS merasa berbangga dapat mengawali kampanye tim Tubaba bersatu meski dilaksanakan pada hari kedua dari jadwal yang ditentukan KPU.

"Kita berharap semoga hingga tahapan kampanye selanjutnya lancar tanpa melanggar aturan kampanye," ujarnya.

Kuncoro mengatakan alasan PKS mendukung pasangan Umar Ahmad dan Fauzi Hasan ini karena pertimbangan untuk memajukan Kabupaten Tubaba lebih baik lagi.

"Kami mengajak semua masyarakat untuk mendukung dan memilih Bapak Umar Fauzi pada tanggal 15 Februari 2017 nanti karena dibawah kepemimpinan beliau selama ini, terbukti kabupaten ini maju pesat dibanding dengan kabupaten lain yang berdirinya sama, " ujarnya.

Disaksikan langsung Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Tubaba, Midiyan, yang datang bersama Panwas Kecamatan Tumijajar dan sejumlah anggota polisi.

Acara kampanye ditutup dengan orasi politisi PKS, Taban yang memberikan motivasi kepada kader untuk bekerja keras memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Tubaba, Umar Ahmad dan wakilnya, Fauzi Hasan yang diusung partainya.

"Saya ingatkan, target kita tidak hanya menang, namun menang dengan prestasi dengan pencapaian 95 persen partisipasi pemilih karena saat ini pilkada Tubaba menjadi sorotan nasional sejak ditetapkan sebagai pelaksana pilkada tunggal yang satu-satunya didukung seratus persen parpol," ujarnya yang dilanjutkan dengan pekikan yel-yel "Umar Fauzi lanjutkan!!! Partisipasi 95% Yes!!!" oleh seluruh peserta kampanye.

Sumber: http://lampost.co/berita/model-surat-suara-pilukada-tunggal-berpotensi-bingungkan-pemilih

0 komentar: