DPD PKS TUBABA RUTINKAN KEGIATAN JALASAH RUHIYAH

TULANG BAWANG BARAT - Bidang Kaderisasi Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar kegiatan jalasah ruhiyah untuk kader perempuan. Kegiatan ini dilakukan sekali dalam 2 bulan. Menurut Ketua Bidang Kaderisasi DPD Githo, S.Pd.I., kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan hubungan dengan Allah swt dan memupuk kecintaan kepada Rasulullah saw secara ruhi, fikri dan 'amali, serta memperkuat ukhuwah di antara kader dakwah.

Lebih lanjut Githo yang juga anggota DPRD Tulang Bawang Barat, mengingatkan agar dalam mengikuti jalasah ruhiyah para kader selalu memperhatikan adab-adabnya sebagai berikut: 1. Menghadirkan niat yang ikhlas dan anggota badan yang khusyuk agar mendapat ridha Allah swt dari setiap ucapan dan perbuatan; 2. Selalu mendekatkan diri kepada Allah swt dalam setiap kegiatan; 3. Memikirkan, mengkaji dan memahami setiap do'a yang diucapkan; 4. Menyimak dan memperhatikan bacaan al Qur'an yang didengar; 5. Menyimak taujih yang disampaikan; 6. Mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan; 7. Bersungguh-sungguh dalam membersihkan jiwa; 8. Menerima nasihat dengan baik dan mengharapkan balasan dari Allah swt; 9. Disiplin dalam mengikuti seluruh agenda; 10. Melaksanakan semua perintah dengan baik; 11. Tidak banyak makan dan minum dan mendisiplinkan diri mengendalikan hawa nafsu; 12. Tidak berlebihan dalam fasilitas; 13. Tidak bercanda dan bergurau untuk menjaga suasana ruhiyah yang dipenuhi dengan ibadah dzikir dan do'a.     

"Mari di forum yang baik ini kita berusaha untuk lebih banyak lagi mendekatkan diri kepada Allah swt dan meneladani pola hidup Rasulullah saw, para salafus shaleh, serta memperkuat ukhuwah di antara kader dakwah." katanya.

Kegiatan jalasah ruhiyah yang dihelat di aula kantor DPD Tulang Bawang Barat, Senin (17/10/2016) ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ketua BPKK DPD PKS Tulang Bawang Barat  Prima Kurnia Mindarti, S.E dan Ketua PD Salimah Tulang Bawang Barat Sri Rahayu, S.Pd.I.

Menurut Prima, nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan; atau salah satu unsur kebudayaan adalah nilai-nilai hidup dan kehidupan?. Oleh karena itu, kedua-duanya tidak dapat dipisahkan karena mempunyai kaitan erat. Jika kebudayaan dimengerti sebagi hasil cipta manusia untuk memperbaiki, mempermudah, dan meningkatkan kualitas diri; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan. Akan tetapi, jika kebudayaan dimengerti sebagai keseluruhan kemampuan [pikiran, kata, dan tindakan atau perbuatan] manusia; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan unsur-unsur kebudayaan yang digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan sesuai sikonnya. Lebih lanjut, Prima menjelaskan bahwa pada interaksi antar manusia, biasanya mencerminkan etika, etiket, dan kata-kata maupun tindakan etis yang ada atau melekat pada diri mereka. Di samping itu, juga memperlihatkan nilai dan norma yang dianut atau diberlakukan dalam hidup dan kehidupannya. "Menurut maknanya, etika, etiket, hal-hal etis, nilai, dan norma dapat berlaku atau mempunyai kesamaan secara universal." pungkasnya.

Sementara itu, Sri Rahayu memaparkan tentang melejitkan potensi diri dengan melihat terlebih dahulu  potensi yang sudah ada untuk lebih dikembangkan dengan cara bagaimana  setiap orang mencari: sumber energi, cara mengumpulkan informasi, cara membuat keputusn, dan gaya hidup.

Selain menerima materi satu nara sumber, Sri Rahayu juga menjelaskan bahwa untuk melihat potensi yang dimiliki oleh peserta, maka peserta diminta untuk menentukan 3 nilai diri yg paling menonjol 10 nilai diri yang dipilih dari 89 nilai diri yg ada.

"Peserta dites MBTI untuk mengetahui type karakter diri. Apakah extrovert, introvert, intuistion, sinseng, thinking, feeling, judging, atau  perceiving." pungkas pembina beberapa majelis taklim di Tumijajar yang akrab disapa Yayuk ini.

0 komentar: