PKS Lampung Kelola RKI Dengan Profesional dan Optimal Dalam Berkhidmat

METRO - Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Lampung Gelar Pelatihan Pengelola Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Se-Lampung pada hari ini, Minggu 28 Agustus 2016. Acara yang dilaksanakan di LEC Kartika Metro ini dihadiri oleh 100 orang peserta yang terdiri dari delegasi masing-masing DPD PKS kabupaten/kota se-Lampung.

Mengangkat tema "Melayani Masyarakat Dengan Profesional", Tri Sakti Wijayana, S.Pd selaku ketua BPKK DPW PKS Lampung menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali pengelola RKI agar memiliki pemahaman dan misi yang sama terhadap RKI.

Hal senada disampaikan pula oleh Ahmad Khuseini M.Pd.I selaku ketua DPD PKS Kota Metro. "Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai dakwah yang senantiasa melayani masyarakat dan menyadari bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara", ujar Khuseini.

"Melalui pelatihan ini, pengelola diharapkan dapat mengelola RKI dengan skill yang baik sehingga bermanfaat bukan hanya bagi kader PKS tapi juga bagi masyarakat secara umum" ujar Tri Sakti Wijayana.

Turut mengisi dalam acara tersebut Ir. H. Ahmad Junaidi Auly, M.M, anggota DPR RI komisi XI bidang Keuangan dan perbankan. Dalam hal ini Junaidi Auly menyampaikan terkait pembentukan jaringan dan fundrising. Bagaimana networking atau pembentukan jaringan merupakan unsur penting dalam keberlangsungan sebuah komunitas atau lembaga dan juga perorangan.

"Pengelolaan jaringan sangat penting, bukan hanya bagi individu, namun juga bagi kelompok. Pengelolaan community development yang sungguh-sungguh akan menghasilkan jaringan yang luas, dan bisa jadi darisanalah kita akan mendapatkan peluang usaha sebagai sumber fundrising". Ujar Anggota Dewan dari fraksi PKS, dan juga pengusaha tersebut.

Hal inipun diamini oleh Zuhrifa, selaku pendamping masyarakat dan penggagas pembuat beras siger dari bahan singkong racun. "Saya dulu bukan siapa-siapa, tapi saya terus berusaha memberdayakan masyarakat dan menjadikan mereka berdaya guna. Akhirnya kami mengolah singkong racun yang merupakan produksi terbesar di Lampung Utara, dan terciptalah produk beras siger" ujar Zuhrifa yang juga sebagai enterpreneur ini.

0 komentar: