OJK Apresiasi PKS Peduli Lembaga Keuangan Syariah

Bandar Lampung — (3/4/2016) Kepala Kantor OJK Lampung, Untung Nugroho mengapresiasi upaya PKS dalam mendorong perkembangan lembaga keuangan syariah di Lampung.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Potensi dan Tantangan Lembaga Keuangan Syariah yang digelar Bidang Ekonomi, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup (Ekuintek LH) DPW PKS Lampung di Aula Pertemuan Hotel Horison, Bandar Lampung, Minggu 3 April 2016.

Untung menilai FGD yang digelar DPW PKS Lampung merupakan bentuk kepedulian PKS terhadap lembaga keuangan syariah.

“Saya sudah keliling ke beberapa provinsi, baru PKS partai yang menggelar diskusi seperti ini,” ujarnya.

Pada diskusi tersebut, Perwakilan Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbisindo) Lampung Heri Suhendro memaparkan beberapa potensi dan tantangan yang dihadapi lembaga keuangan syariah di Lampung.

Menurut Heri, lembaga keuangan syariah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. 97,2 persen pembiayaan lembaga keuangan syariah disalurkan ke UMKM.

“Artinya, sebagian besar sektor UMKM ini sudah dikuasai oleh lembaga keuangan syariah karena proses pembiayaannya relatif mudah,” ujarnya.

Meski memiliki potensi yang besar, lanjut Heri perkembangan lembaga keuangan syariah masih cukup lamban akibat beberapa tantangan yang dihadapi. Tantangan tersebut diantara minimnya dukungan pemerintah, modal yang terbatas, SDM yang belum banyak tersertifikasi, serta kurangnya kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dana pada lembaga keuangan syariah.

“Lembaga keuangan syariah hingga saat ini belum diberikan kesempatan menyalurkan KUR, gaji PNS juga belum ada yang disimpan dan disalurkan melalui perbankan syariah. Kami berharap diberikan peluang-peluang itu agar dapat mempercepat perkembangan market share yang saat ini belum mencapai 5 persen,” ujarnya.

Akibat terbatasnya modal yang dimiliki, lanjut Heri lembaga keuangan syariah belum memiliki kemampuan bersaing dengan lembaga keuangan konvensional dalam hal tingkat bunga. (*)

0 komentar: